Tuesday, 29 May 2012

tata cara wudhu part 1, rek

Bismillaah.
Seperti yang sudah kita ketahui di post sebelumnya, shalat adalah ibadah yang mulia. Namun, yang perlu diketahui adalah untuk bisa melaksanakan shalat, seorang Muslim wajib menyucikan dirinya dengan suatu ibadah yang bernama wudhu'

Wudhu' adalah kunci shalat. Shalat seseorang dianggap tidak sah apabila tidak didahului wudhu'. Shalat seseorang juga dianggap tidak sah apabila wudhu'nya tidak sempurna.

Tidak ada shalat tanpa bersuci/wudhu' (hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma)

Wudhu' memiliki banyak keutamaan dibandingkan hanya sekedar bersuci.

Di Yaumul Mahsyar nanti, akan dikenali suatu kaum yang isinya manusia yang bekas wudhu'nya terpancar darinya cahaya. Itu di Yaumul Mahsyar. Di dunia, mereka yang berwudhu' lalu shalat sunnah dengan khusyuk (di luar waktu" terlarang untuk shalat tentunya) maka akan diampuni dosa"nya yang telah lalu (hadits riwayat Utsman radhiyallahu 'anhu)

Hmm...untuk part 1 bahas keutamaannya dulu. Nanti baru bahas tata caranya
Baarakallahufiikum

Monday, 28 May 2012

tentang ratu Saba, rek

Bismillaah.
Dengan semakin canggihnya teknologi informasi, sekarang ini kita gak perlu capek" kalo mau cari informasi tertentu. Cukup googling dan kita pun bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

Yang perlu ditekankan adalah hal ini bisa jadi berbahaya karena sangat" memungkinkan tercampurnya antara berita" yang haq dan yang bathil.

Tentunya kita tidak mau dong berita yang shahih dari para Sahabat Rasulullah radhiyallahu 'anhum tercampur dengan berita" dari kaum Nasrani ataupun kaum Yahudi (Israiliyat)

But, it really has happened.
Dalam cerita Nabi Sulaiman, kita mengenal kisah Ratu Balqis, penguasa negeri Saba'. Di sana dikisahkan bahwa terjadi interaksi antara Nabi Sulaiman 'alaihissalam dengan Ratu Saba' (yang kisah lanjutnya silakan cari sendiri yaa)

Nama Balqis adalah dari kisah" Israiliyat. Tidak ada dalil" shahih bahwa nama penguasa negeri Saba' tersebut adalah Balqis. Jadi biasakanlah menyebut penguasa negeri Saba' pada zaman Nabi Sulaiman 'alaihissalam dengan nama penguasa negeri Saba' atau Ratu Saba'

Hanya Allahlah Dzat pemberi taufik dan hidayah
Baarakallahufiik

Sunday, 27 May 2012

quote #8, rek

Barangsiapa yang ilmunya membuat dia menangis, maka dia seorang yang alim
-Sufyan Ats Tsauri rahimahullah-

Saturday, 26 May 2012

quote #7, rek

Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih besar daripada menahan al-hilm (kesantunan) di kala marah dan menahan kesabaran ketika ditimpa musibah
-Hasan Al Bashri rahimahullah-

Friday, 25 May 2012

kesalahan dalam shalat part 1, rek

Bismillaah.
Shalat adalah ibadah yang mulia. Di saat ibadah yang lain diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melalui wahyu, shalat diterima oleh Rasulullah langsung di hadapan Allah.

Subhanallah! Betapa mulianya ibadah satu ini.

Salah satu yang membedakan Muslim dengan orang Nonmuslim juga adalah shalat. Bila dia ngaku Muslim, tapi tidak mau menerima syariat shalat, maka ia langsung dihukumi kafir. Adapun kalau ia malas"an mengerjakan shalat, inilah yang menjadi perdebatan para ulama apakah dihukumi kafir ataukah fasiq (saya tidak bisa membahasnya di sini karena keterbatasan ilmu saya) Wal 'iyadzubillah!

Adalah menggetirkan ketika kita niat beribadah shalat dengan ikhlas dan sudah sesuai dengan tata cara yang diajarkan Rasulullah namun bukannya mendapat ganjaran pahala, malah mendapat dosa.... Sungguh sangat disayangkan.

Ada banyak kesalahan dalam shalat ya.
Kesalahan dalam shalat yang pertama adalah memakai pakaian ketat yang membentuk aurat. Hendaklah kita mulai dari sekarang memperhatikan pakaian" shalat kita. Karena memakai pakaian ketat saat shalat dihukumi makruh oleh jumhur 'ulama.

Jadi, jika ada seseorang shalat dengan menggunakan skinny jeans atau mukena yang terlampau ketat ya yang bersangkutan berdosa.

Sungguh hanya Allahlah Dzat yang Maha Penyantun.
Baarakallahufiik...

Thursday, 24 May 2012

bebas dari dosa, rek

Bismillaah.
Sebagai seorang manusia yang tidak luput dari dosa, kemaren" aku tertarik dengan artikel yang menyebutkan bahwa ada 10 perkara yang mengakibatkan seorang mu'min terbebas dari dosa" mereka. Apakah ituh?
  1. Dengan taubat, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menerima taubatnya karena orang yang bertaubat dari dosa bagaikan orang yang tidak berdosa.
  2. Dengan memohon ampun, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuninya.
  3. Ia mengerjakan perbuatan baik yang akan menghapuskan dosanya, karena perbuatan baik itu akan menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk.
  4. Doa kebaikan dan syafaat yang dipanjatkan (dengan seizin Allah Ta'ala tentunya) oleh saudara"nya kaum Muslimin, semasa hidup ataupun setelah matinya.
  5. Menghadiahkan pahala amalan (kebaikan) mereka untuknya agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemanfaatan kepadanya dengan pahala amalan tersebut (kejadiannya di Yaumul Mahsyar lho ini. Adapun mengirim pahala saat masih di dunia kepada orang yang sudah meninggal, maka ini tidak ada dalil yang menunjukkan)
  6. Syafa’at yang diberikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam (dengan seizin Allah juga tentunya) kepadanya..
  7. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengujinya dengan berbagai musibah yang akan menghapuskan dosa"nya.
  8. Cobaan yang ditemui di dalam barzakh (kubur) dan suara dahsyat yang menghapuskan dosa"nya.
  9. Kengerian" yang akan dia dapati pada hari kiamat kelak yang akan menghapuskan dosa"nya.
  10. Dia dirahmati oleh Allah Yang Maha Pengasih.
Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan salah satu dari 10 hal ini, maka janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri...
Semoga kita termasuk ke dalam golongan mereka yang dirahmati oleh Allah di Yaumul Mahsyar nanti...

Baarakallahufiikum
Disalin dari kitab Tuhfatul 'Iraqiyah fi A'malil Qalbiyyah, Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah

Wednesday, 23 May 2012

tahu tapi tanya, rek

Bismillaah.
Pernah gak sih merasakan betapa menyebalkannya orang yang tahu tapi tanya dengan tujuan pamer?

Well, untuk kasus ini, masih menilik dari hadits 'umar bin Khattab di hadits pertama Al Arbain An Nawawiyyah, kita diperbolehkan bertanya untuk sesuatu yang sudah tahu untuk mengajari orang yang belum tahu.

Sebagaimana Jibril 'alaihissalam bertanya kepada Rasulullah perihal apa itu Islam dan apa itu Iman padahal Jibril 'alaihissalam tentunya memiliki pengetahuan tersebut, maka kita juga diperbolehkan bertanya kepada seorang 'alim di suatu majelis ilmu untuk sesuatu yang kita ketahui dengan maksud mengajari orang yang belum tahu.

Tentu saja, niat berperan penting di sini. Jangan sama terjatuh kepada riya'

Sungguh hanya Allahlah Dzat yang mampu membolak-balikkan hati manusia.

Baarakallahufiikum